Senin, 24 Maret 2014

BENCI ( Dislike)



BENCI (Dislike)
            Tiap manusia dikaruniai Allah dengan dua macam rasa didalam jiwanya, rakni rasa Cinta dan rasa Benci. Rasa Cinta itu nikmat, sebab ia merupakan kelezatab jiwa, begitu kata Hujjatul Islam Imam Al-Ghzali. Beliau berkata dalam Kitabnya, “Cinta (mahabbah) adalah kecenderungan jiwa padanya karena keberadaannya sebagai suatu kelezatan.” Menututnya, kecintaan kepada Allah merupakan tujuan utama, termasuk derajat tertinggi, kerinduan, kasih sayang dan keridhaan (akan) mengikuti.
            Tentang kebencian, beliau berkata, “kebencian adalah kebalikannya, yakni ketidaksukaan jiwa karena keberadaannya sebagai suatu yang tidak cocok baginya.”
            Dalam QS Al-Baqarah(2): 165, Allah swt berfirman, “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah ; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itumengetahui ketika mereka melihat sisksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”
            Firman Allah Sw:
            Dan ketauhuilah plehmu bahwa dikalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti             (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan        tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka         itulah orang-orang uang mengikuti jalan yang lurus. (QS Al-Hujurat(49):7).
            Dalam ayat yang lain Allah menyuruh kita agar kebencian yang kita miliki tidak menutup kebenaran sehingga kita tidak jatuh kedalam tindakan yang tidak adil.
            Benci adalah lawan dari cinta. Keduanya niscaya dimiliki oleh setiap orang. Keduanya terkadang menunjukan keanehan-keanehan tertentu yang sulit dipahami. Para pujangga berkata bahwa cinta itu sulit dilukiskan dengan kata-kata. Cinta hanya dapat di rasakan oleh para pencinta. Bahkan, cinta tidak untuk dikaktakan, tetapi ditanamkan di dalam jiwa.
            Jika cinta bersifat demikian, maka demikian pulalah rasa benc itu. Ketika orang berkata, “Aku benci... aku benci (terhadap ini dan itu)”, maka belum tentu ia dapat menjelaskan bagaimana rasa kebencian itu. Yang ia tahu bahwa ia benci terhadap sesuatu atau seseorang. Kebencian memang bisa dikatakan sebagai kebencian, tetapi tidak semua orang menyadari bagaimana proses kebencian bisa tertanam dalam jiwanya.
a.       Keunikan
As-Syahid Murtadha Muthahhari pernah berkata dalam salah satu bukunya, “Semakin seseorang mempunyai kecintaan yang lebih pada sesuatu, pada saat yang sama, timbul kebencian yang lebih pula pda sesuau yang lain.”
            Apa yang dikatakan oleh Muthahhari ini menarik. Memang, begitulah keunikan dua perasaan ini. Dua perasaan yang saling bertolak belakang ini terkadang mempunyai tingkat intensitas yang sama, yang dirasakan oleh seseorang. Bukti yang menunjukkan keberadaan ini ada pada peristiwa sejarah: Para pembesar Quraisy begitu cinta terhadap hartanya, cinta pula terhadap harta benda dan kedudukannya, semakin besar pula kebencian mereka terhadap Rasulullah Saw.

b.      Jika jiwa Memendam Kebencian
Jika Jiwa telah memendam kebencian, maka kebencian tersebut bisa menutup akal dalam melesatkan kearifan dan menutup hati untuk mendapatkan kebijaksanaan. Ini terjadi manakala perasaan benci sudah tidak pada tempatnya. Jika kebencian sudah tidak pada tempatnya,maka hal ini akan menyebabkan kondisi jiwa mwnjadi sakit.
Sakit jiwa karena keberadaan rasa benci tersebut adalah sebagai berikut:
-          Jiwa akan sulit menemukan dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
-          Jiwa pun akan cenderung menutupi kebenaran,menghilangkannya bahkan membelakanginya.
-          Jiwa menyuruh seseorang agar berlaku tidak adil.
-          Jiwa memandang seseorang dengan sebelah mata, selalu mencurigai oranh lain, mendorong ketamakan,fitnah, dendam, dengki, dan seterusnya.
            Jiwa bisa demikian sebab jiwa telah terperosok pada kekotoran tubuh. Orang yang memendam kebencian tidak akan pernah hidup secara tenang dan damai. Jiwanya sering bergolak. Jiwanya mendedehkan amuk dan kemarahan. Darahnya kotor dan mengental. Darah kotor dan kental ini menutupi akal dan hati hingga keduanya tidak bisa melesatkan kebijakan-kebijakan.

c.       Akibat kebencian
Seperti halnya api, begitu pulalah kebencian. Api bisa membakar segala sesuatu dan kebencian bisa membakar kebenaran. Kebencian adalah sifat perbuatan setan dan iblis, sebab setan dan iblis tidak pernah mendorong kebenaran.
            Kebenaran kerakibat buruk pada orang yang membenci itu sendiri maupun orang yang dibenci. Para pembunuh karakter biasanya menggunakan penyakit ini untuk melesatkan kebencian kepada orang lain.

d.      Melawan Kebencian
Kebencian bisa dilawan dengan cinta. Menunjukkan cinta kepada orang yang benci ibaratnya menundukkan nyala api dengan guyuran air. Begitulah cinta mengguyur kebencian. Hanya orang-orang yang akal dan hatinya membatu saja yang tidak bisa tunduk dengan cinta hingga hilangnya kebencian.





                                                      benci (Sumber : Manajemen Jiwa,Muhammad Muhyiddin:196)

Selasa, 18 Maret 2014

PACARAN??

###PACARAN ###
kenapa sih harus #pacaran?

-ada yang bilang, punya pacar perlu biar ada yang merhatiin..
itu ortu selama ini ngurusin dianggap apa ya

-ada juga yang bilang, #pacaran biar ada yang anterin ke sana kemari..
hihihi ini pacar apa tukang ojek

-buat yang alasan #pacaran biar semangat belajar..
menurut saya ini nggak adil banget untuk ortu kalian. kenapa?
berapa lama sih kenal pacar? apa yang aja yang sudah diberikan dia? bandingkan dengan kebersamaan dan apa yang sudah diberikan ortumu.

kebersamaan dengan ortu dan begitu banyak yang sudah mereka berikan. kenapa ortu nggak cukup menjadi motivasi belajar?

-atau pacaran perlu biar nggak seperti beli kucing dalam karung. kenyataannya, lama #pacaran nggak menjamin langgeng pernikahan.

-ada remaja yang jawab pas ditanya kenapa #pacaran.
mumpung ada yang mau, Mbak

-atau #pacaran karena gengsi. yang lain sudah punya pacar kok saya belum.
kesannya nggak laku

-satu hal, kualitas dirimu tidak ditentukan oleh apakah kamu punya pacar atau tidak.

-punya pacar itu ada resikonya... mood naik turun. kalau pacar nggak perhatian, nggak cantumin status relationship di FB or twitter

-resiko lain dari #pacaran siap-siap patah hati...
serius!

-jadi jangan #pacaran kalau nggak mau sakit hati, buang-buang waktu, air mata dan energi.

-#pacaran nggak mendekatkan ke pintu surga

-manfaatkan usia muda bukan untuk #pacaran dan galau . tapi gali potensi untuk berprestasi dan mewujudkan mimpi diri dan orang tua.

-terbukti: pada akhirnya cinta kasih ortu dan keluarga yang paling tulus. kenapa harus mencari yang belum tentu murni?

-buat dirimu berharga, jadi muslim dan muslimah yang multi fungsi, berdaya bagi keluarga, bangsa dan umat. waktu nggak terbuang untuk #pacaran.

-gunakan masa sebelum nikah untuk memperbaiki kualitas diri di hadapan-Nya. ingat, laki-laki baik untuk perempuan yang baik. bisa tanpa #pacaran.

-lalu benarkah #pacaran nggak ada positifnya sama sekali? well, layakkah menempuh hal yang dilarang-Nya dengan alasan apapun?

dikutip dari Buku Twitografi Asma Nadia. semoga bermanfaat, guys!

Selasa, 04 Maret 2014

SOSOK ITU



SOSOK ITU
            “Neni.....!!! ini jamnya ketinggalan”, teriak Wati dari pagar kost-an  sambil mengambil jam tangan yang jatuh kebawah untuk diberikan kepada Neni.
            Sikembar yang sedang asyik berjalan berhenti seketika mendengar teriakan Wati yang menyentak telinga, sekitar 20 langkah dari tempat Wati berdiri. Nena_saudara kembar Neni_nengok berbalik arah ke belakang.
            “Neni,,,jam kamu ketinggalan tuh”, sambil menunjuk ke arah Wati.
            “Oiya,,,ketinggalan”, sambil memegang lengan kirinya memeriksa jam.
            “Wati, simpen aja dulu,nanti aku balik lagi ke kost-an kamu!!!”, teriak Neni dari kejauhan agar Wati mendengar.
            “Oh iya,,kamu nanti balik lagi”, Wati menganggukkan kepalanya isyarat bahwa dia mengerti apa yang dimaksud Neni.
            Saat percakapan antara Neni dan Wati finish alias selesai,tiba-tiba ada sosok ikhwan yang keluar dari gerbang kost-an sebelah Wati,yang membuat si kembar kaget, sosok itu tiba-tiba saja loncat keluar ketika mendengar percakapan mereka, Sikembar saling tengok dan menatap mata sampai tertawa-tawa karena kaget,tiba-tiba saja sosok itu keluar pada saat yang tidak tepat, di saat itu Wati sedang tidak mengenakan kerudung.
            “Huh,!!! Ngagetin aja kirain siapa ya!!!”, bisik Nena kepada Neni sambil ketawa kecil.
            “Hehe, iya, untung  aja udah selesai ngomong sama Wati-nya, tapi tadi ikhwan itu lihat ke arah Wati yang sedang tidak pakai kerudung gak yah???”, bisik Nena kepada Neni membalas.
            “Kayanya sih nggak Na”, bisik Neni sambil melirik ke arah belakang memastikan Wati sudah masuk ke dalam kost-an.
            Sikembar melanjutkan berjalan sambil tertawa-tawa kecil karena masih teringat kejadian tadi, kok bisa ya sosok itu muncul tiba-tiba di saat mereka bertiga sedang bercakap-cakap yang seakan lenyap di terjang ombak,hehe. Tak lama sosok itu lewat disamping mereka, kemudian pandangan mereka lurus kedepan jalan.
            Sosok itu mengalihkan pandangannya ke arah sikembar ketika mencoba menyapa teman perempuannya di jalan,Nena merasakan hal itu walaupun Neni tidak menyadarinya.
            “Ehemmm” suara kecil keluar dari mulut Nena.
            “Kenapa Na???”, tanya Neni heran.
            “Hehe,nggak kok”, ngeles sambil nengok kearah Neni tersenyum.
            Nena merasa heran,, “Ternyata sosok itu bisa basa-basi juga dengan teman perempuannya atau mungkin sengaja”, gumamnya dalam hati.
***
            Setelah selesai sholat Dzuhur di Masjid kampus, Nena Pulang dan terpisah oleh Neni karena Neni harus  kelompok bekerja kelompok mengerjakan tugas kuliah dengan temannya yang sudah menjemputnya di depan gerbang kampus. Mereka terpisah di depan gerbang kampus, Nena kekiri arah pulang ke kost-an dan Neni ke kanan menyebrangi jalan ke arah kost-an temannya.
            Ditengah perjalanan menuju kost-an, dengan jalan santai sambil bernyanyi-nyayi kecil Nena melihat ke kanan dan kiri sisi jalan,matanya tertuju pada sebuah kedai yang cukup ramai. Ternyata Nena tidak sengaja melihat sosok itu lagi.
            “Bukannya solat malah di kedai”, gumam dalam hatinya.
            “Kirain mah tadi ketemu di jalan deket kosan Wati mau ke masjid kampus, ah mungkin dia ingin makan dulu”, gumam Nena membenarkan dalam hatinya.
            Nena yang seketika melihat sosok itu jalan dengan pandangan lurus kedepan tanpa menengok lagi ke arah kedai itu. Entah sosok itu melihat atau tidak ke arah Nena yang melewati kedai itu, yang pasti Nena tidak ingin tahu, Nena tidak ingin sosok itu menilai Nena dengan negatif,entah menganggap Nena aneh atau apapunlah, yang pasti saat itu hatinya sedang gelisah saat melihat sosok itu,sosok yang sejak dulu Nena kagumi seakan telah pudar dan berbeda dengan sosok yang sekarang Nena lihat.(“He won’t ever know to forever,at the longest)

*(YPN_Twins)